
Teluk Nilau (MTsN 3 Tjb) – Kementerian Agama RI memalui Dirjen Pendis mengundang OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Puskesmas, Perwakilan Guru dan Siswa-Siswi setingkat SMP/MTs/sederajat dan SMA/MA/MAK/sederajat se-Indonesia dalam rangka mengikuti Webinar Series Kedua Peringatan Hari Gizi Nasional 2025 (Seri-2).
Kegiatan Webinar ini berdasarkan surat undangan Kementerian Kesehatan dengan nomor GM.01.03/B.III/189/2025 pada tanggal 15 Januari 2025 dalam rangka Perayaan Hari Gizi Nasional 2025 bermaksud menyelenggarakan Webinar Series Hari Gizi Nasional Tahun 2025 untuk remaja dengan tema “Pilih Makanan Bergizi Seimbang untuk Remaja Sehat dan Berprestasiâ€.
Begitu juga perwakilan guru dan siswa MTsN 3 Tanjab Barat mengikuti Webinar yang dilaksanakan secara daring/online pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2025 pukul 09.00 WIB s/d selesai yang bertempat di ruang Perpustakaan MTsN 3 Tanjab Barat.
Webinar dipandu oleh Sela Septiani MC sekaligus moderator Webinar. Narasumber pertama adalah pakar Ibu Helda Khusun, S.T.P., M.Sc., Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yang merupakan anggota Kelompok Kerja Perbaikan Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan. Kemudian narasumber kedua Chairunnisa dari Champion Reaksi MAN 16 Jakarta Tahun 2024 dengan materi "Praktik Baik Penerapan Hidup Sehat dengan Makanan Bergizi Seimbang bagi Remaja".
Dalam pemaparannya, Ibu Helda Khusun menyampaikan bahwa remaja membutuhkan semua ragam zat gizi. “Zat gizi itu bermacam-macam, ada zat gizi energi, karbohidrat, vitamin, mineral dan protein. Untuk menopang lonjakan pertumbuhan, perkembangan otak dan perubahan pisiologis diperlukan bahan dari asupan makanan yang beragam. Semua bisa didapatkan semua dari makanan beragam. Tidak ada satupun makanan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi, setiap makanan memiliki kekahasan masing-masing, memiliki kandungan komponen zat utama masing-masingâ€. Katanya dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan pula, hal terpenting yang perlu dipahami adalah perihal 4 pilar gizi seimbang yang dibutuhkan remaja. Pertama, tidak ada satu bahan pangan yang mengandung semua zat gizi yang kita butuhkan. Maka, konsumsilah pangan yang beraneka ragam. Kedua, pola hidup bersih dan sehat dapat mencegah penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi status gizi. Ketiga, energi yang masuk ke dalam tubuh perlu diimbangi dengan energi yang keluar melalui aktivitas fisik yang cukup untuk menghindari berat badan lebih, serta untuk kebugaran tubuh. Dan, Keempat, berat badan ideal penting untuk dijaga. Untuk itu, pemantauan berat badan secara rutin perlu dilakukan.
Selanjutnya pemaparan materi oleh narasumber kedua Chairunnisa mengenai praktik makan sehat sehari-sehari. Bagaimana cara mengusahakan di tengah banyaknya kegiatan?
Pertama yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengkonsumsi dengan gizi seimbang; porsi makan harus sesuai panduan (isi piringku), juga membatasi gula, garam dan lemak. Memulai hari dengan sarapan, untuk keseharian yang lebih produktif karena dengan sarapan menentukan keseharian kita 24 jam ke depan.
“Seperti layaknya motor butuh bensin, tubuh kita perlu asupan atau gizi seimbang untuk konsentrasi dalam belajar sehari-hariâ€. Ujarnya dalam istilahnya.
Kedua adalah mengupayakan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dan ketiga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Begitulah kiranya bagaimana pola hidup sehat yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari agar diri kita terhindar dari banyak penyakit.
Selesai pemaparan oleh kedua narasumber, kemudian dilanjutkan dengan dengan tanya jawab singkat. (sb)
|
90x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...