
Teluk Nilau (MTsN 3 Tjb) – MTsN 3 Tanjung Jabung Barat merupakan salah salah madrasah negeri berada di bawah naungan Kementerian Agama memiliki komitmen yang kuat mendukung program pemerintah, salah satunya moderasi beragama yang bertujuan menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama demi menciptakan masyarakat damai dan harmonis di lingkungan masyarakat.
Zoom meeting dengan topik Kegiatan Moderasi Beragama yang dilaksanakan oleh MAN IC (Insan Cendekia) Jambi pada hari Sabtu 18 Jan 2025 pukul 08:00 sampai selesai. Zoom meeting diikuti oleh Madrasah-madrasah Negeri yang ada di Provinsi Jambi.
Tidak ketinggalan anggota OSIM juga mengikuti zoom meeting. Meskipun pagi ini hujan lebat yang dimulai malam hari, namun tidak menyurutkan para siswa mengikuti kegiatan ini. Mereka sangat bersemangat dan antusias mengikutinya dari awal sampai akhir kegiatan. Zoom meeting diikuti bersama di ruang kelas MTsN 3 Tanjab Barat.
Salah satu pemateri Moderasi Beragama adalah Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, M.A. yang merupakan Gubes UIN SAIZU Purwokerto, Ketua Pengawas BINEKSOS (Perhimpunan Indonesia Untuk Pengembangan Pengetahuan Ekonomi dan Sosial) Jakarta. Beliau menyampikan tetang betapa pentingnya toleransi antar umat beragama.
Beliau merupakan salah satu nara sumber yang memiliki pemahaman mendalam di bidang moderasi beragama yang menyampaikan materi tentang “Moderasi Beragama Perspektif al-Qur’an dan Haditsâ€.
Beliau menyampaikan tentang 2 fakta keragaman, melalui Perspektif al-Qur’an dan al-Hadits. Ada 2 model keragaman menurut al-Qur’an.
Pertama, keragaman agama dalam al-Qur’an seperti tercantum pada dua ayat al-Qur’an, ayat 92 yakni pada surah al-Anbiya yang berbunyi: “inna hÄdzihi ummatukum ummatan wÄhidah wa-Ana Rabbukum fa-’budÅ«n†(artinya: Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu. Maka, sembahlah Aku).
Dan ayat 52 surah al-Mu'minun yang berbunyi: “wa-inna hädzihi ummatukum ummatan wÄhidah wa-Ana Rabbukum fat-taqÅ«n†(artinya: Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku).
Kedua, keragaman akidah/jalan seperti tercantum pada dua ayat al-Qur’an, ayat 22 surah al-Zukhruf yang berbunyi "bal qÄlu innÄ wajadnÄ ÄbÄ’anÄ â€™ala ummatin wa-innä ’alÄ atsÄrihim muhtadÅ«n†(artinya: bahkan mereka berkata: ’sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka).
Dan ayat 23 surah al-Zukhruf “innÄ wajadnÄ ÄbÄ’nÄ â€™ala ummatin wa-innä 'alÄ atsarihim muqtadün†(artinya: "sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak mereka).
Sedangkan keragaman berdasarkan hadits seperti yang terancantum pada hadits ke 1063 Shahih Muslim yang berbunyi.
ØÙŽØ¯Ù‘َثَنَا Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯Ù Ø¨Û¡Ù†Ù Ø±ÙÙ…Û¡ØÙ بۡن٠الۡمÙÙ‡ÙŽØ§Ø¬ÙØ±Ù: أَخۡبَرَنَا Ø§Ù„Ù„Ù‘ÙŽÙŠÛ¡Ø«ÙØŒ عَنۡ ÙŠÙŽØÛ¡ÙŠÙŽÙ‰Ù° بۡن٠سَعÙÙŠØ¯ÙØŒ عَنۡ أَبÙÙŠ Ø§Ù„Ø²Ù‘ÙØ¨ÙŽÙŠÛ¡Ø±ÙØŒ عَنۡ Ø¬ÙŽØ§Ø¨ÙØ±Ù بۡن٠عَبۡد٠الله٠قَالَ: أَتَىٰ رَجÙÙ„ÙŒ رَسÙولَ الله٠ﷺ Ø¨ÙØ§Ù„Û¡Ø¬ÙØ¹Û¡Ø±ÙŽØ§Ù†ÙŽØ©Ù Ù…ÙنۡصَرَÙÙŽÙ‡Ù Ù…ÙÙ†Û¡ ØÙÙ†ÙŽÙŠÛ¡Ù†ÙØŒ ÙˆÙŽÙÙÙŠ ثَوۡب٠بÙلَال٠ÙÙØ¶Ù‘َةٌ وَرَسÙول٠الله٠ﷺ ÙŠÙŽÙ‚Û¡Ø¨ÙØ¶Ù Ù…Ùنۡهَا ÙŠÙØ¹Û¡Ø·ÙÙŠ النَّاسَ. Ùَقَالَ: يَا Ù…ÙØÙŽÙ…Ù‘ÙŽØ¯ÙØŒ اعۡدÙÙ„Û¡. قَالَ: (ÙˆÙŽÙŠÛ¡Ù„ÙŽÙƒÙŽØŒ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ†Û¡ يَعۡدÙÙ„Ù Ø¥ÙØ°ÙŽØ§ Ù„ÙŽÙ…Û¡ Ø£ÙŽÙƒÙÙ†Û¡ أَعۡدÙÙ„ÙØŸ لَقَدۡ Ø®ÙØ¨Û¡ØªÙ ÙˆÙŽØ®ÙŽØ³ÙØ±Û¡ØªÙ Ø¥ÙÙ†Û¡ Ù„ÙŽÙ…Û¡ Ø£ÙŽÙƒÙÙ†Û¡ أَعۡدÙÙ„Ù). Ùَقَالَ عÙمَر٠بۡن٠الۡخَطَّاب٠رَضÙÙ‰ÙŽ الله٠عَنۡهÙ: دَعۡنÙÙŠ يَا رَسÙولَ الله٠ÙَأَقۡتÙÙ„ÙŽ هَٰذَا الۡمÙنَاÙÙÙ‚ÙŽ. Ùَقَالَ: (مَعَاذَ اللهÙ! Ø£ÙŽÙ†Û¡ يَتَØÙŽØ¯Ù‘َثَ النَّاس٠أَنّÙÙŠ أَقۡتÙل٠أَصۡØÙŽØ§Ø¨ÙÙŠØŒ Ø¥Ùنَّ هَٰذَا وَأَصۡØÙŽØ§Ø¨ÙŽÙ‡Ù يَقۡرَءÙونَ Ø§Ù„Û¡Ù‚ÙØ±Û¡Ø¢Ù†ÙŽ Ù„ÙŽØ§ ÙŠÙØ¬ÙŽØ§ÙˆÙز٠ØÙŽÙ†ÙŽØ§Ø¬ÙرَهÙÙ…Û¡ØŒ يَمۡرÙÙ‚Ùونَ Ù…Ùنۡه٠كَمَا يَمۡرÙق٠السَّهۡم٠مÙÙ†ÙŽ الرَّمÙيَّةÙ.
Artinya: “Muhammad bin Rumh bin Al-Muhajir telah menceritakan kepada kami: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir bin ‘Abdullah. Beliau mengatakan: Seorang pria datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ji’ranah sepulang beliau dari Hunain. Ketika itu di baju Bilal ada perak sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil segenggam darinya lalu memberikannya kepada orang-orang. Pria itu berkata, “Wahai Muhammad, berbuat adillah!†Rasulullah bersabda, “Celaka engkau, siapa lagi yang akan berbuat adil apabila aku tidak adil? Aku benar-benar binasa dan rugi apabila aku tidak adil.†‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Biarkan aku, wahai Rasulullah, untuk membunuh orang munafik ini.†Rasulullah bersabda, “Aku berlindung kepada Allah. Nanti orang-orang akan bercerita bahwa aku membunuh para sahabatku. Sesungguhnya pria ini dan para sahabatnya membaca Alquran namun tidak melampaui laring mereka. Mereka keluar darinya sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasaranâ€".
Zoom meeting moderasi beragama ini dapat meperluas wawasan dan mendorong siswa untuk menjadi agen perdamaian khususnya di lingkungan sekitar madarasah. Apalagi di Indonesia memiliki 6 agama resmi yang bebeda-beda dimana toleransi keagamaan sangat ditekankan. (sb)
|
72x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...