
Teluk Nilau (MTsN 3 Tanjab Barat) – Memasuki bulan Rajab, di mana-mana tempat merayakan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Tidak ketinggalan pula Keluarga Besar MTsN 3 Tanjab Barat merayakannya bersama-sama di gedung madrasah, pada Selasa tanggal 21 Januari 2025 M yang bertepatan dengan 21 Rajab 1446 H.
Di bulan inilah terjadinya persitiwa bersejarah Nabi Muhammad melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang kemudian naik naik ke langit pertama hingga ke langit ketujuh, hingga akhirnya sampai ke sidratil muntaha tempat pemberhentian paling tinggi ketika isra’ dan mi’raj.
Sebagai penceramah pada peringatan tahun ini Ustadzah Nurhidayah yang merupakan salah satu penceramah kondang di Kuala Tungkal. Sudah waktu lama MTsN 3 Tanjab Barat ingin mengundangnya, namun belum ada waktu yang tepat. Akhirnya pada perayaan isra’ dan mi’raj ini dapat menghadirkannya kembali. Ini merupakan kali keduanya memberikan ceramah di MTsN 3 Tanjab Barat.
Banyak hikmah perayaan isra’ dan mi’raj yang disampaikan penceramah Ustadzah Nurhidayah memberikan motivasi menuntut limu kepada para siswa dan perihal melaksanakan salat lima waktu agar hidup menjadi orang bahagia. “Untuk mudah menerima pelajaran dan mendapat ilmu yang pertama adalah harus menjadi manusia bahagia. Orang bahagia ciri-cirinya, orangnya gampang atau mudah konsentrasi, jarang sakit dan jarang laparâ€.
Ia menyampaikan pula jika ingin menjadi orang bahagia dan sukses, kerjakanlah salat, karena “assholatu mi’rajul mu’minin†(salat mi’rajnya orang mukmin). Meskipun mengerjakan salat belum khusu’, kerjakalanlah salat sesuai kemaupuan.
Ia mengatakan pula, “Agar hidup kita bahagia, kita harus menjaga salat lima waktu. Siapa yang menjaga salatnya Allah akan menjaga dunianya. Siapa yang menyempurnakan shalatnya Allah akan menyempurnakan hidupnya. Siapa yang menyempurnakan hidupnya, bahagia di dunia dan di akhirat, maka surga penuh kebahagiaan akhir kematiannya. Allah menjamin orang-orang salat pasti hidupnya bahagia. Sebaliknya, siapa yang tidak salat akan terancam dengan nerakanya yang bernama Saqarâ€.
Selanjutnya ia menyampaikan tentang pendidikan yang dapat diambil dari salat. “Di antaranya melatih orang untuk patuh kepada Allah dan mengajarkan disiplin karena waktu sholat sudah ditentukan. Siapa yang menjaga salatnya berarti menjaga disiplin waktunya. Salat juga melatih orang tegas karena sebagai imam harus tegas tidak boleh banyak keraguan sehingga ma’mum mudah mengikutinya. Orang tegas cenderung dipercaya dari pada yang tidak tegas. Siapa yang tegas layak menjadi pemimpin besarâ€.
Pada akhirnya sebelum menutup ceramahnya, ia menyampaikan agar para siswa memuliakan orang tua, memuliakan guru, memuliakan sahabat dan memuliakan orang yang baik dengan kita ataupun tidak. Diharapkan anak-anak semua mempersiapkan diri menjadi generasi anak-anak muda yang siap menerima estafet menjadi pemimpin salat. (sb)
|
484x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...