
Tanjung Jabung Barat (MTsN 3 Tjb) - Pelaksanaan Pesantren Ramadhan pada hari kedua, Jum'at (24/5/2019) telah berlangsung, para siswa semakin antusias dan semangat mengikuti kegiatan. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para siswa. Terlihat juga dari semangat mereka meskipun (mayoritas mereka) dalam keadaan berpuasa. Ada tiga guru mengisi kegiatan pada hari ini, yaitu Ustadz H. Sulaiman, S.Ag, Ustadz Hazrin dan Bapak M. Nasir, S.Ag Waka Kesiswaan sebagai pemandu kegiatan.
Yang membuat para siswa antusias dan semangat adalah dikarenakan Ustadz Hazrin yang menjadi nara sumber hari ini merupakan penceramah kondang daerah Pengabuan yang khas dengan guyonannya. Selain sebagai guru MTsN 3 Tanjab Barat, ianya juga merupakan seorang Da'i desa.
Ada perbedaan metode hari kedua ini dengan hari pertama, hari ini dengan metode tanya-jawab, sedangkan pada hari pertama kemarin (Kamis) dengan metode ceramah dan diakhiri dengan tanya-jawab. Materi tanya-jawab seputar ibadah di bulan Ramadhan.
Pertanyaan salah seorang siswa, "Apakah hukumnya mengolok-ngolok kawan sampai nangis pada bulan puasa ini?"
"Hukumnya tidak membatalkan puasa, tetapi mengurangi pahala puasa". Jawab nara sumber.
Di antara banyak pertanyaan yang menjadi perhatian dan membuat suasana jadi "riuh" adalah pertanyaan seorang siswa yang bernama Arbain, mungkin dikarenakan banyak yang melakukan hal tersebut.
"Apa hukumnya gosok gigi setelah imsak, pagi atau siang hari?", tanya Arbain.
"Hukum gosok gigi boleh saja, jika cuma sekedar saja. Asal jangan ditelan karena dapat membatalkan puasa".
"Dihimbau kepada para siswa, sebaiknya gosok gigi sebelum imsak atau sesudah sahur". Jawab Ustadz Hazrin.
Selanjutnya ada lagi pertanyaan siswa "Apa hukumnya tidur berlebihan pada bulan puasa? dan bagaimana puasanya?"
"Tidur untuk persiapan beribadah malam, berpahala. Tetapi, jika berlebihan, seperti lewat sholat, maka pahalanya akan berkurang dan berdosa karena meninggalkan sholat". Jawab Ustadz Sulaiman.
Salah seorang siswi bernama Esmawati kelas 7a bertanya tentang ghibah pada saat berpuasa.
"Ghibah tidaklah membatalkan puasa, hanya saja mengurangi bahkan bisa menghilangkan pahala puasa." Jawab Ustadz Sulaiman.
"Hendaknya di bulan puasa ini jangan menggibah, mengejek dan lain-lain yang bisa menghilangkan pahala puasa". Pesan Ustadz Hazrin kepada para siswa.
Pertanyaan para siswa dijawab oleh Ustadz Hazrin dengan gaya khas lelucuannya, kemudian bergantian dijawab oleh Ustadz H. Sulaiman, S.Ag.
Kegiatan diakhiri dengan pembacaan shalawat yang dibimbing oleh Ustadz H. Sulaiman. S.Ag.
Kegiatan akan dilanjutkan besok, Sabtu (25/5/2019). Hari terakhir, penutupan Pesantren Ramadhan sekaligus buka puasa bersama. (sb)
|
1093x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...